Selasa, 15 Januari 2008

Tahu Tempe

Tahu adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Tahu merupakan salah satu makanan tradisional yang populer. Selain rasanya enak, nilai gizinya tinggi dan beberapa minggu yang lalu (in memorium) harganya murah meriah. Hari ini seperti yang diberitakan oleh berbagai media, produsen tahu banyak yang terancam gulung tikar .

Penyebab terancam gulung tikar produsen tahu karena disebabkan harga kedelai putih yang melonjak harganya dari Rp. 4000 menjadi Rp. 7.000 s/d Rp. 9.000 per kg. mengantisipasi kenaikan tersebut solusinya dengan menaikkan harga tahu menjadi 2 kali lipatnya juga. Tapi itu tidak mungkin dilakukan karena dengan kenaikan dua kali lipat harga tersebut maka tahu bersaing dengan bahan sumber protein hewani seperti telur. Padahal tahu digembar gemborkan sebagai bahan makanan sumber protein tinggi harga murah dengan nilai gizi protein sama dengan nilai gizi protein dari bahan hewani yang harganya relatif agak mahal.

Solusi lain adalah menurunkan harga kedelai, seperti yang diminta para produsen tempe yang berunjuk rasa ke Istana Negara . Tapi sepertinya pemerintah tidak mampu karena bahan dasar tahu dan tempe adalah kedelai putih yang diimpor dari Amerika, paling tinggi pemerintah hanya mampu menurunkan Pajak Import untuk kedelai itupun hanya 10% atau hanya akan menurunkan harga Rp.700 - Rp.900 saja.

Setelah didera bencana alam yang silih berganti kini pemerintah harus berfikir keras bagaimana mencari solusi kenaikan harga kedelai ini. Karena kedelai merupakan salah satu sumber gizi protein nabati utama di Indonesia, ,jangan sampai jumlah penderita Gizi buruk di Indonesia bertambah karena masalah tersebut.

Menurut Wikipedia, kedelai putih (untuk bahan tahu/tempe) merupakam tanaman sub tropis yang dikembangkan di Amerika sejak tahun 1910 dan sekarang merupakan penghasil terbesar kedelai dunia. Bagaimana di Indonesia, menurut pencarian Prof Google, dari banyak link yang tampil hampir semua mengutip di http://id.wikipedia.org/wiki/Kedelai dengan kesimpulan Pengembangan sulit dilakukan karena belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Nah sekarang ini tugas orang-orang pintar di Indonesia (bukan dukun lho) gimnana caranya supaya kedelai putih cocok ditanam di Indonesia jangan cuma teriak-teriak aja boikot produk Amerika, kenyataannya tiap hari makan tahu/tempe yang kedelainya dari Amerika! Makanya kenapa orang Indonesia itu benci tapi rindu dengan Amerika karena darah daging di badannya berasal dari tanah Amerika.

Menurut Pembakal sih semua bisa dicari solusinya asal kreatif, cuma untuk berfikir kreatif harus diimbangi dengan konsumsi bahan makanan yang bergizi, nah karena sumber protein gizi tingginya sudah langka maka memang sulit berfikir kreatif.
Apa logikanya memang begitu ya?


Tidak ada komentar: